Minggu, 24 Mei 2015

Syukur-Tasyakur

Syukur-Tasyakur

Khutbah pertama



Syukur tasyakur atas pemberian dari Allah.

 Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Innal hamda lillaahi nahmaduhu wanasta’iinuhuu wanastaghfiruh wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa, man yahdihillaahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa hadiyalah. Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu laa nabiyya ba’dah. Allaahumma shalli wa sallim wabaarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihi wa manihtadaa bi hudaahu ilaa yaumil qiyaamah. Yaa ayyuhannasu uushikum wa iyyaaya bi taqwallaahi fa qad faazaal muttaquun. Qaala ta’aalaa: yaa ayyuhaladziina aamanuttaqullaha haqqatuqaatihii wala tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina amanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa. Yuslih lakum a’maalakum wa yaghfirlakum dzunuubakum wa man yuthi’illaaha wa rasuulahu fa qad faaza fauzan ‘adziimaa.

Saudara-saudaraku kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib mengingatkan utamanya kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh, dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang.

 Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT semata. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak nikmat. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah Dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11,

Allah Berfirman : فَافْسَحُوايَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ مِنْكُمْ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا يَرْفَعِ انْشُزُوا فَانْشُزُوايَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ (١١) خَبِيرٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ Yaa ayyuhallazina amanu iza qila lakum tafassahu fil-majalisi fafsahu yafsahillahu lakum, wa iza qilansyuzu fansyuzu yarfa illahullazina amanu mingkum wallazina utul-ilma darajat, wallahu bima ta maluna khabir. Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu, maka berdirilah’, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Menurut ayat tersebut, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. Oleh karenanya Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis ta’lim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi, gunung, bintang, dll. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia, Ilmu adalah lawan dari kebodohan. Kebodohan akan menjerumuskan seseorang ke dalam kemaksiatan dan kefasikan, bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran. Sedangkan Ilmu akan menambah keimanan kita, semakin dalam ilmu yang kita gali maka akan semakin bertambah pula keimanan kita.Orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan, maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun! Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafush Shalih: Man ‘abadallaha bi jahlin, afsada akstara mimmaa yushlih Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan. (Majmu’ Fatawa 25/281) Oleh karena itu, Allah SWT menolak mensejajarkan orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana Dia juga menolak mensejajarkan pennghuni jannah dengan penghuni neraka. Allah berfirman : لا يَعْلَمُونَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ Qul hal yastawilladziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuun (azzumar ayat 9) Artinya : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ لا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ Laa yastawii ash-habunnaari wa ash-habul jannah (al Hasyr ayat 20) Artinya : “Tidak sama para penghuni neraka dengan penghuni surga.

” Saudaraku… Orang yang berilmu, tentu tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat, sebab ia tahu akan pentingnya waktu bagi seorang muslim. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ada dua ni'mat yang dilalaikan oleh manusia, manusia tertipu dengan nikmat tersebut: yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. al-Hakim yang telah dishahihkan Syaikh al-Albani dalam kitab Al-Jami') Orang yang berilmu tentu akan mengisi waktunya dengan amalan-amalan yang mamu mendekatkan dirinya dengan sang kholiq, Allah azza wajalla. Oleh karena itu , Rosululloh SAW mewajibkan kepada setiap muslim untuk mencari ilmu Thalabul ‘ilmi fariidhatun ‘alaa kulli muslim Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah] Saudara-saudara kaum muslimin aazzaniyallahu waiyyakum,

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada kita, sehingga terasa ringan jasad ini untuk melangkah ke majlis-majlis ilmu dan tetap istiqomah mengamalkan ilmu yang kita dapat sehingga mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa meniti jalan surganYA Allah, Amin Baarakallaahu lii wa lakum fil quraanil ‘adziim, wa nafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayati wa dzikril hakiim. Aquulu qaulii haadzaa wastaghfirullaahal’adziima lii wa lakum wa lisaa-iril muslimiina, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuururrahiim.

 Khutbah kedua Alhamdu lillahi hamdan kastiiran kamaa amar. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhul mab’uustu ilaa saa-iril basyar. Allaahumma fa shalli wa salim wabaarik ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin nuuril anwaari wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi mashaabihil ghurar. Amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah uushiikum wa iyyaaya bi taqwallaah fa qad faazal muttaquun. Qaalallaahu ta’aalaa filqur-aanil ‘adziim: innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alaanabiyy yaa-ayyuhalladzina aamnuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aalihii wa ash-haabihii aj ma’iin, birahmatika yaa arhamarrahimiin. Allaahummaghfir lil mu’miniina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimaat al ahyaa-i minhum wal amwaat. Rabbanaa hab-lanaa min azwaajinaa wa dzurriyatinaa qurrata a’yun waj-‘alnaa lil muttaqiina imaamaa. Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzabannaar. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antassamii’ul ‘aliim wa tub ‘alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Wassalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

Sabtu, 23 Mei 2015

Teladan Ummat - Bersama Ummat

Teladan Ummat - Bersama Ummat

Bismillahirrahmanirrahim..




Teladan  ummat dan selalu bersama ummat. Demikian karakter Rasul Muhammad SAW.

 Assalamu’alaikum wr. wb. ﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲ ﺃﻟﺬﻯ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺃﻟﻤﻨﺔ ، ﺑﻤﺎﺩ ﻓﻊ ﻋﻨﻬﻢ ﻛﻴﺪ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﻓﻨﻪ ، وﺭﺩ ﺍﻣﻠﻪ ﻭ ﺧﻴﺐ ﻇﻨﻪ ، و ﻓﺘﺢ ﻟﻬﻢ ﺍﺑﻮ ﺍﺏ ﺍﻟﺤﻨﺔ ٠ﺃﺷﻬﺪ ﺍﻥ ﻷ ﺇﻟﻪ ﺇﻷ ﷲ ﻭﺣﺪﻩ ﻷﺷﺮ ﻳﻚ ﻟﻪ ، ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﳏﻤﺪ ﺍﻋﺑﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﻭأﺻﻠﻰ ﻭﺃﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮ ﺳﻠﻴﻦ ﳏﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﷲ ، وﻋﻠﻰ ﺃﻟﻪ ﻭﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺃﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺗﻘﻮﺍﻗﺮﺑﻪ ﺇﻟﻰﻳﻮ ﻡﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ، أﻣﺎ ﺑﻌﺪ ؛ ﻧﻴﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺤﺎ ﺿﺮﻭﻥ ﺃﻭﺻﻴﻜﻢ ﻭﺇﻳﺎﻱ ﺑﺘﻘﻮﻯ ﷲﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﻭﺍﻟﻌﻸﻧﻴﺔ ۰ﺃﻋﻮ ﺫﺑﺎ ﷲﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ ؛ﻭﻫﻮﺍﻟﺬﻰ ﺍﺭﺳﻞ ﺍﻟﺮﻳﺄ ﺡﺑﺸﺮ ﺍﺑﻴﻦﻳﺪﻱ ﺭﺣﻤﺘﻪ ، ﻭﺃﻧﺰ ﻟﻨﺎﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺂﺀ ﻣﺂﺀ ﻃﻬﻮﺭ ﺍﻟﻨﺤﻴﻲ ﺑﻪ ، ﺑﻠﺪﺓ ﻣﻴﺘﺎ ﻭﻧﺴﻘﻴﻪ ﻣﻤﺎ ﺧﻠﻘﻨﺎ ﺍﻧﻌﺎﻣﺎ ﻭﺍﻧﺎﺳﻲ ﻛﺜﻴﺮﺍ “ Jamaah jumat rahimakumullah “ Semoga Allah senantiasa merahmati kita sekalian . Dari sebuah kenikmatan yang dianugrahkan kepada kita itu , ada kemudian kenikmatan yang paling agung , yaitu hidayah iman dan Islam , sebab tanpa keduanya , seluruh rizki dan kenikmatan pada akhirnya hanyalah bencana . Iman dan Islam itu menuntut umat manusia untuk senantiasa bersih , menjaga kebersihan bahkan mendidik ikhlas dan thaharah , serta ihsan . Akhlak yang di contohkan Rosulillah , akhlak yang agung . Dipuji oleh Allah SWT sepanjang masa yang di hadapannya segenap makhluk yang tunduk padanya . Kalam Allah dalam al-quran itulah akhlaq rosulullah SAW . Demikian diriwayatkan oleh Ummul mukminin’Aisyah radhiallahu anha : ﺍﺗﻘﺮﺍ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؟... ﻛﺎﻥﺧﻠﻘﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﴿ﻣﺴﻠﻢ٧٤٦،ﺍﺣﻤﺪ؛١٦ Artinya : tidaklah anda membaca al-quran ? akhlaq beliau adalah al-quran . ”Jamaah jumiah A’azza kumullah “

Dengan al-quran kalam Allah itulah Rosulullah SAW memimpin , mencontohkan , membimbing , memperagakan , membuktikan , dan mendidik secara langsung sepanjang hidupnya dengan akhlaq yang paling bersih , paling tulus kehadirat Allah dan paling indah mengagumkan dan menjadi pedoman yang kokoh bagi kehidupan umat sepanjang zaman . berikut firman Allah SWT : لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah . (al-ahzab : 21 ) . Keteladanan sebagai pemimpin , sebagai warga , sebagai anggota umat , sebagai apapun , di dalam beragam , beraqidah , beribadah , berakhlaq maupun bermuamalah .

Menjadi  teladan ummat, karakter dan pribadi beliau yang indah dan bersih itu . Dengan siapapun , kepada apapun , orang beriman selalu menebarkan rahmat , kebaikan dan manfaat , dengan bersih , murni dan indah . Mereka selalu siap menolong agama Allah “ Jamaah rohimakumullah “ Tanggung jawab mengemban amanah kekholifahan adalah juga menuntun orang beriman untuk menjaga kebersihan , kelestarian dan manfaat lingkungan dan alam sekitarnza , demi kemakmuran bukan kerusakan atau pengrusakan .

 Mereka aktif melaksanakan kebersihan lingkungan , reboisasi , penghijauan dan peningkatan produktifitas alam dengan eksplorasi zang wajar dan bertanggung jawab . “ Jamaah rohimakumullah “ Akhirnza semoga Allah menguatkan pohon iman kita dengan membuahkan amal – amal sholeh yang dapat mewujudkan lingkungan yang bersih tanpa tercemari , udara yang sehat dan segar sebagai buah Pohon Rahmat iman dan Islam kita , Amin ya rabbal alamin . Akhirul kaalam, ditutup dengan wabillahi taufik walhidayah Wassalamu’alaikum wr. wb.